banner 728x250
BNN RI  

Smash On Drugs Women’s Doubles Table Tennis National Championship BNN RI Resmi Dibuka

JAKARTA – Sebagai salah satu bentuk partisipasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) yang ke – 50, BNN RI mengadakan kejuaraan nasional tenis meja “_Smash on Drugs_” _Women’s Doubles Tables Tennis National Championship_, Rabu (1/12).

Acara ini dibuka dengan upacara pembukaan yang dipimpin langsung oleh Kepala BNN RI, Dr. Petrus R. Golose. Dalam sambutannya, Kepala BNN RI mengungkapkan bahwa olah raga merupakan aktivitas fisik positif yang dapat mengurangi potensi terpapar narkoba sekaligus menambah kepercayaan diri dan mengasah kepribadian tangguh untuk menolak narkoba.  Olah raga juga memberi lingkungan pergaulan positif yang berseberangan dengan narkoba. Prestasi indonesia di dunia olahraga tak hanya didominasi oleh atlet pria.

“Atlet wanita pun memiliki peran dalam mengharumkan nama  bangsa di kancah internasional. Indonesia tercatat  memiliki sejumlah atlet wanita yang sukses menorehkan prestasi gemilang di pentas olah raga dunia. oleh karena  itu,  dalam rangka  memperingati HUT korpri ke – 50,  BNN RI  mempromosikan ”WAR  ON DRUGS” melalui kejuaraan tenis meja di  lingkungan BNN RI dengan menggandeng para atlet wanita terbaik di Indonesia,” ujar Kepala BNN RI.

Selain Kepala BNN RI, Ibu Kepala BNN RI, Barbara VD Linden Golose, juga memberikan sambutan. Dalam sambutannya, Barbara VD Linden Golose mengungkapkan bahwa perempuan  masa kini adalah  perempuan yang harus sadar bahwa mereka memiliki akses dan  kesempatan yang sama  dengan laki-laki untuk  memperoleh sumber  daya, seperti akses terhadap politik, ekonomi, kesehatan maupun dibidang olahraga. perempuan memiliki potensi yang sama dengan laki-laki untuk dapat meraih prestasi dibidang olahraga. Hal ini dapat terlihat dari prestasi para perempuan dalam olahraga yang sangat luar biasa. Para wanita masuk pada berbagai cabang olahraga dengan semangat yang tinggi sehingga menghapus anggapan bahwa olahraga hanya hegemoni maskulin.

error: Content is protected !!