banner 728x250

Program IBM, Bantu Masyarakat untuk ‘Melek Rehabilitasi’

IMG-20220428-WA0038
IMG-20220428-WA0040
IMG-20220428-WA0039
IMG-20220428-WA0041
IMG-20220428-WA0037
IMG-20220428-WA0036

BOGOR – Ancaman bahaya Narkoba yang kian nyata menjadi tantangan terbesar bangsa Indonesia dalam menyongsong Generasi Emas dimasa mendatang. Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia(BNN RI) sebagai leading institution Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Indonesia menyiapkan berbagai amunisi dalam Perang Melawan Narkoba.

Salah satu amunisi BNN dalam perang melawan narkoba, ialah dengan membentuk program unggulan Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM). Melalui program tersebut, BNN mengajak masyarakat untuk turut bergerak memerangi penyalahgunaan narkoba dilingkungannya secara aktif dan mandiri.

Pada Program IBM ini, BNN berupaya meningkatkan peran serta masyarakat dalam melakukan intervensi berkelanjutan terhadap penyalahguna narkoba yang diselenggarakan oleh masyarakat, dari masyarakat dan untuk masyarakat. Dengan begitu keterbatasan akses terhadap rehabilitasi karena faktor geografis, biaya, maupun stigma negatif masyarakat dapat diminimalisir.

Apa yang tengah dilakukan BNN tak hanya menjadi mimpi belaka. Upaya tersebut tengah membuahkan hasil nyata, meski belum terasa merata di seluruh wilayah Indonesia. Salah satu kawasan yang memberikan dampak cukup signifikan adalah Kelurahan Nanggewer, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Terletak tak jauh dari pusat pemerintahan Kota Bogor, Kelurahan Nanggewer menjadi contoh kawasan yang sukses menerapkan program IBM meski berada pada situasi pandemi covid-19.

Dimulai sejak April 2021 lalu, Pos Pelayanan yang diberi nama IBM 2 BINTANG telah berhasil menampung 12 klien rehabilitasi dengan kategori kasus ketergantungan narkoba ringan hingga sedang. Tak mudah bagi pemerintah daerah mampu menampung 12 klien rawat jalan secara mandiri ditengah krisis kepercayaan masyarakat terhadap upaya rehabilitasi narkoba.

Apa yang tengah dilakukan perangkat kelurahan Nanggewer membuktikan bahwa masyarakat kini mulai percaya, bahwa rehabilitasi bukanlah momok yang menakutkan. Rehabilitasi adalah upaya terbaik guna menolong pecandu lepas dari jeratan narkoba. Masyarakat kita mulai ‘Melek Rehabilitasi’.

Didukung penuh oleh Lurah Nanggewer, Eva Fauziah, S.STP., M.Si, IBM 2 BINTANG berhasil membawa Kelurahan Nanggewer berada pada Fase Tangguh. Satu tahap sebelum Fase Prima, dimana pada Fase Prima suatu wilayah dapat dikategorikan sebagai Kawasan Bersih Narkoba.

Di temui di Ruang Kerjanya, Rabu (27/4), Eva Fauziah mengatakan, tingginya angka penyalahgunaan narkoba di Kelurahan Nanggewer sedikit banyak didasari oleh maraknya pembangunan usaha menengah ke atas. Diketahui, terdapat 25 perusahaan tersebar dikawasan yang dipimpinnya. Pesatnya pembangunan industri di kelurahan Nanggewer, berdampak pada tingginya jumlah penduduk yang datang mengadu nasib di wilayahnya. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi Eva Fauziah untuk tetap menjaga keamanan lingkungannya dari penyalahgunaan narkoba.

Apa yang tengah dilakukan perangkat kelurahan Nanggewer patut diapresiasi. Untuk itu, BNN menjadikan Kelurahan Nanggewer sebagai contoh nyata keberhasilan Program IBM dalam menyelesaikan permasalahan narkoba di Indonesia.

Pihak Kelurahan Nanggewer sendiri berharap, dengan capaian yang telah diraihnya, kawasan Nanggewer akan mendapat dukungan dan perhatian lebih dari pemerintah. Dengan begitu upaya memajukan program IBM di wilayahnya dapat terus berkembang hingga mencapai fase teratas, yakni Fase Prima.

BNN berharap kedepan akan semakin banyak bermunculan IBM-IBM aktif yang mengedepankan upaya rehabilitasi mandiri untuk menolong pecandu narkoba. Ini akan menjadi tolak ukur pemahaman masyarakat bahwa upaya rehabilitasi bukanlah hal yang menakutkan, melainkan solusi terbaik dalam penanganan penyalahgunaan narkoba.

BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN

banner 728x250. banner 728x250.
error: Content is protected !!