banner 728x250. banner 728x250.
News  

Haji Uma Kunjungi Warga yang Menderita Sakit Epilepsi Selama 13 Tahun

IMG-20221022-WA0001
IMG-20221022-WA0000
IMG-20221022-WA0002
IMG-20221022-WA0001
IMG-20221022-WA0002
banner 728x250. banner 728x250.

ACEH TIMUR – Anggota DPD RI asal Aceh H Sudirman yang biasa disapa Haji Uma Datangi rumah Hayaturrahmi (31) warga Gampong Ie Tarek I Kecamatan Simpang Keuramat Aceh Utara, yang menderita sakit epilepsi selama 13 tahun, Jumat (21/10/2022).

Kedatangan Haji Uma kerumahnya untuk menyantuni Hayaturrahmi serta melihat langsung kondisi penderita penyakit epilepsi tersebut.

Santunan tersebut diberikan kepada penderita epilepsi ini, agar meringankan beban hidupnya dan kebutuhan untuk membeli obat yang dibutuhkan, sedangkan dalam kunjungan tersebut Haji Uma turut didampingi Stafnya Hamdani alias Maknu dan Muhammad Furqan beserta timnya Abdul Rafar dan Murtala.

Baihaqi abang kandung Hayaturahmi mengatakan, adiknya itu menderita sakit tersebut sejak 13 tahun terakhir, awalnya mengalami kejang-kejang secara berulang pada sebagian atau seluruh tubuh.

“Kami sudah tiga kali membawanya berobat ke rumah sakit Penang Malaysia, pada tahun 2012- 2013 , dan ke RSU Cut Meutia dan RSUZA Banda Aceh, Namun tidak kunjung sembuh, selain itu juga telah mengobati dengan Rukiyah, tapi tidak ada perubahan,” kata Baihaqi, Jumat (21/10/2022).

Sementara Anggota DPD RI Asal Aceh H Sudirman sapaan Haji Uma mengatakan, dirinya mendatangi rumah warga yang menderita epilepsi setelah mendapatkan laporan dari warga setempat yang sudah sakit menahun dan terbaring lemas di rumah yang dirawat oleh ibunya.

“Saat mendatangi rumah pihak keluarga mengeluhkan tentang obat generik yang dikonsumsi Hayaturrahmi tidak tersedia di rumah sakit dan tidak ditanggung BPJS Kesehatan sehingga harus membeli di luar rumah sakit,” kata Haji Uma.

Oleh karena itu, Haji Uma sangat menyayangkan, karena obat untuk warga yang menderita penyakit epilepsi kronis, tidak ditanggung BPJS Kesehatan, sehingga pihak keluarga harus membeli sendiri obat itu di luar Aceh.

“Kita akan melakukan koordinasi dengan pihak rumah sakit dan BPJS Kesehatan, sehingga bisa menanggulangi kebutuhan obat, karena selama ini pihak keluarga harus membeli obat tersebut diluar rumah sakit dan harus mengeluarkan selama sebulan Rp 1 juta Lebih,” pungkasnya. (TS)