banner 728x250. banner 728x250.
News  

Putusan MA Turun, Sopir Dijeblos ke Lapas, Agat Lolos dari Jeratan

Gambar_377408
IMG-20221007-WA0014
IMG-20221007-WA0016
IMG-20221007-WA0015
IMG-20221007-WA0017
banner 728x250. banner 728x250.

*Noviansyah: Perbuatan Tayudi Dilakukan Bersama-sama dengan Siapa ?????
*PH: Ada Dua Putusan yang Berbeda

PANGKALPINANG – Jaksa Eksekutor Kejaksaan Negeri Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan Eksekusi terdakwa Tayudi alias Ajang ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pangkalpinang, Kamis (06/10/2022).

Tayudi yang terjerat dalam pusaran perkara Tindak Pidana Korupsi pembelian biji timah yang mengandung terak diunit gudang Batu Rusa pada PT. Timah Tbk yang tidak sesuai dengan SOP tahun 2019 dijebloskan ke Lapas pasca turunnya putusan Mahkamah Agung RI yang telah berkekuatan hukum tetap.

Kasi Pidsus Kejari Bangka Noviansyah mewakili Kajari Futin Helena mengungkapkan bahwa Terdakwa Ajang yang berperan sebagai sopir Agat sekaligus ditugaskan sebagai Direktur PT MBS dengan amar putusan menyatakan bahwa terbukti secara sah secara bersama-sama melakukan tindak Pidana Korupsi sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor juncto UU Nomor 20 Tahun 2021 tentang Tipikor.

“Hari ini, kami melakukan eksekusi terhadap Tayudi ke Lapas Tuatunu Pangkalpinang,” ungkapnya, usai penahanan.

Tayudi dieksekusi pasca turunnya putusan dari MA RI dengan salinan putusan yang berbunyi “Menghukum terdakwa selama 5 tahun penjara, dan pidana denda sebesar Rp. 300.000.000,00 subsidair 3 bulan kurungan.

“Namun ada hal yang menggelitik terkait putusan dimaksud dimana perbuatan yang dilakukan terdakwa secara bersama-sama akan tetapi untuk Terdakwa Agustino Alias Agat selaku pemilik perusahaan berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI dinyatakan tidak terbukti,” terang Noviansyah.

Begitu juga, lanjutnya, Terdakwa Ali Samsuri sampai dengan saat ini putusan belum diterima Jaksa Eksekutor.

“Yang menjadi tanda tanya besar bilamana putusan Ali Samsuri serupa putusan Agat,q perbuatan Tayudi alias Ajang dilakukan bersama-sama dengan siapa ?????,” keluh Novai sapaan akrab Noviansyah.

Terpisah, Kuasa Hukum Agat, Dr. M. Adystia Sunggara, S.H, M.H dari Kantor Advokat-Kurator & Pengurus Kepalitan Adystia Sunggara & Assocait menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan peninjauan kembali (PK) ke Mahkamah Agung lantaran dia menilai ada dua putusan yang berbeda.

“Bener, sudah dilakukan eksekusi, karena terdapat dua putusan yang berbeda antara satu dengan lainnya. Maka dalam hukum diberikan ruang untuk menguji putusan dimaksud melalui upaya hukum luar biasa berupa PK itu yang ditentukan Undang-Undang,” pungkasnya.

Sekadar mengingatkan kembali bahwa Agustino alias Agat (A) merupakan Big Bos atau owner PT MBS ditetapkan Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung (Kejati Babel) sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) pembelian pasir timah kadar rendah atau sisa hasil produksi alias terak.

Selain A, juga sopirnya Tayudin alias T dan Kepala Unit PT Timah Ali Samsuri alias AS ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Kala itu, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Babel, Ranu Miharja mengungkapkan, jaksa untuk sementara ini telah menetapkan sebanyak tiga tersangka.

“Untuk kasus Trak, sampai dengan hari ini baru ditemukan tiga tersangka, satu dari internal PT Timah dan dua dari swasta. Baru tiga karena mengarah alat buktinya,” ungkap Kajati saat konferensi pers di ruang Media Center, Rabu (22/7/2020).

Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Babel, Eddi Ermawan menyebutkan, ketiga tersangka berasal dari satu kalangan internal PT Timah dan dua dari pihak swasta, yaitu smelter PT MBS.

“Ada tiga tersangkanya, yaitu AS, T dan A. AS ini orang dalam dari PT Timah, dia kepala unit di sana,” sebut Eddie.

Sedangkan T merupakan sopir yang dijadikan sebagai direktur smelter baru milik A.

“A dan T dari luar PT Timah, yakni pihak swasta. A punya smelter dan dia buka smelter baru, bukan A direkturnya tapi yang timahnya ditampung A,” jelasnya.

Tiga tersangka dalam dugaan tipikor kasus jual beli pasir timah sisa hasil produksi (SHP) berkadar rendah, Agat alias Agustino atau A, Yahudi alias Tayudi atau T dan Ali Samsuri alias AS ditahan Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pidsus Kejati Babel), Rabu (7/10/2020) siang sekitar pukul 14.00 WIB.

Mereka dititip penahanan oleh jaksa secara terpisah, yakni AS dititipkan di Rutan Polda Babel, A dan T dititipkan di Rutan Polresta Pangkalpinang dengan kerugian Rp9,6 miliar hasil penghitungan dari jaksa penyidik.

Terdakwa Agustino alias AGAT selaku orang yang memasukkan bijih timah ke Bidang Pengawasan Tambang dan Pengangkutan Area 1 (Batu Rusa) Unit Produksi Laut Bangka PT Timah Tbk menggunakan CV Mentari Bangka Sukses bersama-sama dengan Ali Samsuri dan Tayudi (yang masing-masing dilakukan penuntutan secara terpisah/splitzing) pada April 2019 sampai dengan bulan Juli 2019 atau setidak-tidaknya pada waktu tertentu dalam tahun 2019, di Kantor Bidang Pengawasan Tambang dan Pengangkutan Area 1 (Batu Rusa) Unit Produksi Laut Bangka PT TIMAH Tbk atau setidak-tidaknya di suatu tempat yang termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Pangkalpinang. (Bmg)