banner 728x250. banner 728x250.
banner 728x250. banner 728x250. banner 728x250.

DPRD Kaltim Diskusi Bersama Mahasiswa (S3) Manajemen Pendidikan FKIP Unmul Bahas Kebijakan Pengelolaan dan Anggaran Pendidikan

IMG-20230125-WA0003
IMG-20230125-WA0004
IMG-20230125-WA0007
IMG-20230125-WA0006
IMG-20230125-WA0005

SAMARINDA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Provinsi Kalimantan Timur menerima kunjungan Mahasiswa (S3) Manajemen Pendidikan FKIP Unmul berdiskusi terkait arah kebijakan pengelolaan dan anggaran pendidikan, Selasa ( 24/1/2023).

Dengan menghadirkan dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait sebagai sumber informasi yakni Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim dan Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Kaltim, sebanyak 15 orang mahasiswa calon doktor yang hadir, didampingi perwakilan Dosen Pembimbing Prof. Dr.H. Abd Rachim memperoleh penjelasan pengetahuan terkait sumber pembiayaan pendidikan hingga pengelolaan dana pendidikan.

Wakil Ketua II DPRD Kaltim Seno Aji menyambut baik terhadap kedatangan para calon doktor dari FKIP Unmul di Kantor DPRD Kaltim, menurutnya masukan terkait pendidikan di Kaltim ini sangat positif.

” Mereka memberikan masukan tentang arah kebijakan anggaran pendidikan itu sesuai dengan kondisi kedepan dengan adanya ibu kota negara, kita kembangkan yang lebih baik lagi antara Kaltim dan IKN,” kata Seno Aji

Lanjut Politisi Gerindra ini , bahwasanya hal ini sangat penting bagi masa depan Kaltim, karena kita tau arah pendidikan kita di garis perbatasan antara Kaltim dan IKN perlu kita tingkatkan secara bersama.

” Tadi sudah di sampaikan juga dari Dinas Pendidikan dan kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur mereka sangat merespon dengan baik , kedepan kita akan selalu komunikasi dan kita akan panggil melakukan rapat dengar pendapat satu kali lagi untuk memformulasikan bagaimana pola pendidikan di tahun 2024,” ucapnya.

Anggota Komisi IV Bidang Pendidikan DPRD Kaltim H Abdul Kadir Tappa , SH turut menyampaikan apresiasi terhadap Mahasiswa calon doktor yang luar biasa dengan memiliki gagasan yang peduli dalam pembangunan SDM pendidikan di Kalimantan Timur.

” Saya senang sekali, bahwa kedatangan mereka sangat positif karena menggali apa-apa saja yang dilakukan, mereka ingin mengetahui alur – alur kebijakan di DPRD Provinsi Kaltim, semua sudah kita jawab hingga dimengerti,” terangnya.

Perwakilan Mahasiswa S3 Manajemen Pendidikan FKIP Unmul, dr Virdy Kurniawan mengungkapkan kegiatan diskusi ini seperti rapat dengar pendapat terdapat tiga elemen yang terlibat dari akademisi yaitu Mahasiswa , DPRD dari segi legislasinya selanjutnya Dinas Pendidikan selaku stackholder sebagai penentu arah kebijakan atau grand desain .

” Kami dari segi fakultas ilmu pendidikan sebenarnya ingin tau, seperti apa grand desain Pendidikan Kaltim kedepan,” jelasnya.

Kita sebagai mahasiswa S3 yang sudah melewati fase pendidikan S1 , S2 fase pendidikan dasar , kita tau kedepan sesuai dengan tagline nya Kaltim berdaulat akankah bisa benar-benar berdaulat dikemudian harinya, dari segi peningkatan kualitas , sumber daya , sarana maupun prasarana.Peran DPRD dalam hal ini adalah agar kami mengetahui bahwa anggaran yang di gunakan seperti apa, dan apakah sudah terserap atau belum anggaran tersebut .
Mengingat anggaran pendidikan termasuk besar yaitu 20 persen dari pemasukan yang diterima di suatu provinsi.

” Dan hal besar itu apabila diserap dan di distribusikan dengan baik insyallah pendidikan di Kaltim benar – benar berdaulat , pendidikan diKaltim sejajar dengan pendidikan diluar Kalimatan misalnya daerah Jawa, di kota – kota pelajar hingga masyarakat tidak hanya menjadi tamu di daerah sendiri nantinya,” terangnya.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Kaltim Yekti Utami mengungkapkan sumbangsih masukan dan peran dari Mahasiswa S3 Manajemen Pendidikan FKIP Unmul dalam dunia pendidikan di Kaltim sangat diperlukan terlebih lagi pada program prioritas pendidikan hingga di IKN.

” Mahasiswa S3 ini nantinya sebagai penggerak di pengelolaan pendidikan dapat ikut terjun secara langsung, masukan- masukan dari mereka mengingatkan kita apa yang sudah kita kerjakan,” ungkapnya.

” Untuk menjawab tantangan IKN , apapun termasuk pada 3T ( Terdepan, Terpencil dan Tertinggal,red) tidak serta Merta saat anggaran di berikan hasilnya langsung dapat kelihatan,” tutupnya.  ( Nng/ Bud)