banner 728x250. banner 728x250.

Setukpa Lemdiklat Polri Kembali Menggelar Kampus Peduli New Zero Stunting

IMG-20230519-WA0010
IMG-20230519-WA0007
IMG-20230519-WA0006
IMG-20230519-WA0009
IMG-20230519-WA0008
IMG-20230519-WA0005
banner 728x250. banner 728x250.

SUKABUMI – Setukpa Lemdiklat Polri kembali menggelar bakti sosial pembagian bahan makanan pokok penunjang gizi buruk dan uang tali asih bagi anak-anak penderita stunting di wilayah Kota Sukabumi, kegiatan kali ini dilaksanakan di taman terbuka hijau di kawasan Kelurahan Cikondang Kecamatan Citamiang, pada Jumat (19/05/2023).

Kegiatan baksos kali ini mengangkat tema kampus peduli new zero stunting, yang dilaksanakan oleh siswa Sekolah Inspektur Polisi (SIP) angkatan ke-52, siswa Capa Diktukpa TNI AD dan siswa Setukpa TNI AU TA. 2023, yang tergabung dalam Integrasi pendidikan perwira TNI – Polri Prabasatu 23.

Dibawah komando Kasetukpa Lemdiklat Polri Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, S.I.K., M.Hum beserta Ibu Ketua Bhayangkari Cabang 04 Setukpa Ny. Tasha Mardiaz yang menggandeng Dinas Kesehatan Kota Sukabumi beserta jajaran, bakti sosial kali ini dilaksanakan dengan sasaran 30 balita penderita stunting yang ada diwilayah Kecamatan Citamiang.

Kasetukpa Brigjen Pol Mardiaz menyampaikan ada hal yang berbeda dalam bakti sosial pemberian bantuan pada anak stunting tahun ini, saat ini kita mengambil sedikit dengan harapan penanganan pasca bakti sosial ini akan terus bekesinambungan. “Sehingga akan lebih mudah untuk mengontrolnya dalam hal pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut yang disiapkan Rumah Sakit Bhayangkara Setukpa, sehingga anak-anak tersebut terbebas dari stunting,” ujarnya.

Program pemberian bantuan pada penderita stunting akan terus berlanjut menjadi prioritas dalam program pendidikan siswa Setukpa Lemdiklat Polri pada tiap tahunnya. “Ini sebagai sarana dharma bakti para siswa selama menjalani pendidikan serta sebagai bekal menanamkan kepedulian pada saat pelaksanaan tugas di kewilayanan nantinya,” tambah Mardiaz.

“Menyongsong generasi indonesia Emas 2045, pengentasan stunting harus terus berlanjut, sehingga bonus demografi yang diraih dapat diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia yang baik dan produktif,” pungkas Brigjen Mardiaz.

Ditempat yang sama, Kabid Kesmas dinas kesehatan Kota Sukabumi drg. Erna, MH.Kes menyampaikan bahwa kegiatan baksos seperti ini merupakan wujud program interfensi sensitif yang memiliki 70% daya ungkit atau pengaruh dalam mengurangi angka stunting,

Pelaksanaan bakti sosial kampus peduli new zero stunting dihadiri juga oleh pejabat utama Setukpa Lemdiklat Polri, Kapolres Sukabumi Kota, para pembina dan pengasuh dari Secapaad, Setukpa TNI AU dan Setukpa Lemdiklat Polri, Camat Citamiang, para Kepala Puskesmas Kota Sukabumi, dan Lurah Cikondang.(Leodepari/red)