banner 728x250. banner 728x250.
News  

Mario Dandy dan Shane Lukas Minta Maaf Kepada Ayah David Ozora di Pengadilan

banner 728x250. banner 728x250.

JAKARTA – Sidang lanjutan dengan Terdakwa Mario Dandy Satrio, dalam sidang kasus penganiayaan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, kembali di gelar pada Selasa (13/6/2023).

Mario mengakui dirinya merupakan pelaku utama dalam perkara tersebut. Ia pun mengaku prihatin atas kondisi David saat ini, di persidangan tersebut Ia meminta maaf kepada ayah Cristalino David Ozora, Jonathan Latumahina.

“Saya selaku pelaku utama saya ingin menyampaikan turut prihatin saya terhadap kondisi David saat ini, dan saya juga ingin menyampaikan permohonan maaf sedalam-dalamnya dari hati saya,” ujarnya di muka persidangan pada Selasa (13/6/2023).

Jonathan tak menerima begitu saja permintaan maaf Mario. Sebab, Ia menyerahkan sepenuhnya kasus penganiayaan David ini kepada majelis hakim.

“Lanjut di pengadilan saja yang mulia,” kata Jonathan.

Selain itu, Shane Lukas Rotua Pangondian Lumbantoruan mengaku keberatan lantaran dirinya disebut oleh Jonathan sebagai pelaku penganiayaan.

“Setelah saya dengar kesaksian saksi, saya keberatan dengan penyebutan para pelaku karena saya sama sekali tidak ikut menganiaya David pada saat itu,” ujar Shane.

Namun, Shane mengaku berempati atas kondisi David dan Dia juga mendoakan kesembuhannya.

“Saya juga turut empati bela rasa kondisi David pada saat ini dan saya turut berdoa untuk kepulihan David agar kembali pada sedia kala,” kata Shane.

“Lanjut di pengadilan saja,” tandas Jonathan menimpali pernyataan Shane.

Saksi Utama

Selanjutnya sidang dilanjutkan dengan pemeriksaan salah satu saksi utama penganiayaan brutal berencana yang dilakukan Mario Dandy. Dia adalah Rudy Setiawan, ayah dari Renjiro Amadeus–sahabat Cristalino David Ozora Latumahina-serta suami dari Natalia Puspitasari, perempuan yang berteriak “Woy, berhenti” saat melihat tindakan penganiayaan Mario Dandy atas Cristalino David ozora Latumahina.

Rudy Setiawan mengungkapkan rasa syok saat melihat kondisi David yang sudah tergeletak di tanah. Saat itu ia datang bersama Natalia Puspitasari.

“Saya ingat kejadiannya begitu melihat David, saya syok begitu. Istri saya teriak “bawa David ke rumah sakit”, terus sekuriti bilang “ambil mobil, ambil mobil”,” ucapnya dipersidangan.

“Jadi begini Yang Mulia, mengapa saya syok, sebagai laki-laki saya mau ambil keputusan antara hajar pelaku atau hukum pilihannya,” ungkap Rudy.

“Mungkin karena umur saya 50, jadi kita ambil posisi negara ini negara hukum. Saya tidak tega melihat David berdarah semua mukanya,” jelasnya lagi.

“Saudara sedih?” tanya hakim kepada Rudy Setiawan.

“Saya sedih, saya sedih. Saya tidak bilang sosoknya siapa, dia perlakukan badan lebih kecil seperti itu,” jawab Rudy.

Lebih lanjut Rudy mengatakan, saat itu sekuriti yang berada di lokasi mencegahnya untuk memukul balik Mario Dandy. Sekuriti memintanya untuk segera mengambil mobil dan membawa David ke rumah sakit.

“Jadi saya sempat dihalangi, mencegah saya supaya tidak mukul Mario,” tandasnya.

Seperti yang diketahui, dalam perkara ini, Mario Dandy didakwa melakukan penganiayaan berat berencana bersama-sama dengan Shane Lukas Rotua Pangondian Lumbantoruan dan perempuan berinisial AG (15).

Perbuatan penganiayaan terhadap David dilakukan pada 20 Februari 2023 sekitar pukul 19.00 WIB di Perumahan Green Permata, Jalan Swadarma Raya, Kelurahan Ulujami, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Lantas, Jaksa mendakwa Mario Dandy dengan Pasal 353 ayat 2 KUHP dan Pasal 355 ayat 1 tentang penganiayaan berat.

Sedangkan, Shane Lukas didakwa dengan Pasal 353 ayat 2 KUHP dan Pasal 355 ayat 1 tentang penganiayaan berat subsider kedua Pasal 76 C Pasal 80 Ayat 2 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. (Amris)