banner 728x250. banner 728x250.

Waka I DPRD Berau, Syarifatul Pinta Diskoperindag Harus Ambil Sikap Tegas Atasi Kelangkaan Gas LPG 3kg

banner 728x250. banner 728x250.

Tanjung Redeb, Global-satu.com – Seakan menjadi tradisi, menjelang bulan puasa hingga lebaran tiba, tabung gas LPG 3Kg menjadi langka. Wakil Ketua I DPRD Berau, Syarifatul Syadiah mengatakan hal tersebut lantaran penyaluran gas LPG 3kg bersubsidi tidak tepat sasaran, lantaran diduga para pangkalan tidak menjualnya ke masyarakat sekitar.

Terlebih, aturan penjualan gas bersubsidi tersebut sudah jelas. Yang mana, penjualan gas LPG 3kg hanya boleh dilakukan oleh pangkalan atau agen resmi berdasarkan masing-masing wilayahnya.

“Tapi kalau kita lihat dilapangan pendistribusiannya tidak sesuai komitmen pangkalan,” ucapnya.Minggu (24/3/2024).

Sebab, masih ada saja penjualan gas bersubsidi tersebut yang tidak sesuai aturan. Seperti dijual antara pembeli pribadi dengan jumlah yang banyak dan pada akhirnya hal tersebut menjadi faktor kelangkaan di beberapa titik di Kabupaten Berau.

“Satu orang membeli dengan jumlah yang banyak, tanpa di data lalu gas tersebut dijual kembali dengan harga yang jauh lebih mahal dari agen resmi. Akhirnya terjadi kelangkaan,” tegasnya.

Diketahui, sesuai dengan aturan pertamina bahwa pembelian gas bersubsidi akan dilakukan pendataan menggunakan KTP dan penjualan gas LPG 3kg hanya pada agen atau pangkalan resmi. Hal ini bertujuan untuk mencegah adanya kelangkaan serta permainan penimbunan gas elpiji subsidi.

“Apabila sudah terjadi kelangkaan biasanya akan terjadi operasi pasar, mereka juga pada ikut antre,” ucapnya.

Politisi Golkar tersebut meminta agar OPD terkait yakni Diskoperindag Berau dapat menelusuri penyebab kelangkaan gas 3 kg.

“Harus ada sanksi tegas jika ditemukan pengecer nakal yang mencari keuntungan,” pungkasnya.

 

(indraoey/rdk/adv)