banner 728x250. banner 728x250.

Madri Pani Dorong Pemkab Berau Seriusi Pengentasan Blankspot

banner 728x250. banner 728x250.

Tanjung Redeb, Global-satu.com – Ketua DPRD Berau, Madri Pani soroti penempatan titik wifi gratis dari program Pemkab Berau yang dinilai tidak sesuai dengan harapan masyarakat.

Politisi Partai Nasdem tersebut mengatakan, seharusnya Pemkab Berau bisa memprioritaskan penanganan wilayah-wilayah yang masih dalam kondisi blankspot.

“Wilayah kita masih ada yang blankspot, wifi gratis yang digenjot pemerintah daerah kita ini kurang ampuh,” ucapnya.

Lanjutnya, di sisi lain program wifi gratis ini kedepannya akan terus membebani Pemkab Berau dengan pembiayaan setiap tahunnya bisa mencapai Rp 30 Miliar lebih.

“Asal anggaran dari APBD kita. Sedangkan APBD ini berasal dari masyarakat. Artinya salah ini,” tegasnya.

Madri menyebut, seharusnya hanya dengan menggunakan dana kurang lebih sebesar Rp 60 Miliar sudah bisa membangun 4 tower dalam jangka waktu setahun. Dan sasar pembangunan ke wilayah yang masih blankspot dan memang dibutuhkan oleh masyarakat di sana.

“Tidak ada pembiayaan besar di masa depan jika kita bisa membangun sendiri towernya,” tuturnya.

Kemudian menurutnya, pembangunan tower ini juga tidak akan memakan biaya dalam waktu jangka panjang. Berbeda dengan program Wifi gratis ini akan membebani APBD Berau terus menerus.

“Pasti akan terbebani, apa bisa mencapai Rp 30 Miliar lebih kan,” ujarnya.

Disamping itu, dengan membangun tower sendiri bisa dilanjutkan dengan melakukan komunikasi dan mengajak para penyedia provider untuk bekerjasama dengan menyewakan tower.

Dan pemerintah daerah akan mendapatkan keuntungan tersendiri.

“Tower kita bangun kemudian kita sewakan ke penyedia provider, kan kita yang untung,” ucapnya.

Madri berharap, pemerintah daerah bisa melakukan penyusunan program yang tepat untuk mengentaskan kawasan yang masih blankspot di Kabupaten Berau.

Mengingat digitalisasi saat ini susah sangat diperlukan.

Apalagi Berau merupakan kawasan wisata yang menarik dan membutuhkan jaringan yang cepat untuk bermain sosial media.

“Banyak keuntungan dengan dukungan jaringan internet ini. Tidak hanya wisatawan, sektor-sektor lainnya juga membutuhkan internet ini,” pungkasnya.

 

(Indraoey/rdk/adv)