banner 728x250. banner 728x250.

Evaluasi Beasiswa Kaltim: Ketua Komisi IV Soroti Penyalahgunaan Dana dan Kategori Penerima

banner 728x250. banner 728x250.

Samarinda, Global-satu.com – Rapat evaluasi program beasiswa yang diadakan oleh Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik, bersama dengan para pemimpin DPRD Kaltim pada Sabtu, 4 Mei 2024, dihadiri oleh Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Akhmad Reza Pahlevi.

Reza, politisi dari Gerindra, mengemukakan beberapa isu kritis. Ia menyoroti laporan tentang kemungkinan penyalahgunaan dana beasiswa, termasuk penerimaan ganda dan penundaan dalam distribusi dana.

“Dua masalah utama telah saya sampaikan ke pengelola beasiswa, laporan tentang rekening ganda atau penerima ganda,” kata Reza.

Dia menjelaskan bahwa penerima beasiswa bisa mendapatkan dana ganda, misalnya dari Pemprov Kaltim dan juga dari beasiswa pemerintah daerah.

“Mereka mendapatkannya dua kali,” kata Reza.

Masalah kedua yang dia angkat adalah dana beasiswa yang belum disalurkan, baik karena bank penyalur atau keterlambatan dari pengelola beasiswa itu sendiri. Menurut Reza, hal ini memerlukan klarifikasi lebih lanjut.

Dia juga membahas tentang penerima beasiswa yang tidak memiliki KTP Kaltim, yang saat ini sedang diteliti oleh pengelola beasiswa.

“Saya telah menyampaikan hal ini. Meskipun masih dalam proses verifikasi, pengelola beasiswa akan mempertajam penelitian ini,” terangnya.

Reza, yang mewakili Dapil Kutai Kartanegara, juga menyoroti kategori “pertimbangan khusus” dalam penerimaan beasiswa, yang menurutnya belum dijelaskan dengan cukup oleh pengelola beasiswa.

“Kami berharap kategori penerima beasiswa ini dapat didefinisikan lebih tajam dan jelas, serta memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang kriteria khusus ini,” tuturnya.

Kategori penerima beasiswa saat ini termasuk anak-anak miskin, keturunan veteran, anak-anak berkebutuhan khusus, penghafal Alquran, dan kategori pertimbangan khusus/kejadian khusus.

Reza menekankan pentingnya program beasiswa sebagai bentuk dukungan pemerintah untuk mendorong masyarakat dan pelajar/mahasiswa agar lebih rajin belajar.

“Saya berharap, sesuai dengan saran dari rekan-rekan, agar anggaran beasiswa dapat ditingkatkan. Jika sebelumnya adalah 200 miliar, mungkin bisa dinaikkan menjadi 300 miliar atau lebih,” tutupnya.

Dengan optimisme bahwa anggaran beasiswa akan meningkat di masa depan, Reza juga menyambut positif saran dari semua pihak untuk mengembalikan atau bahkan meningkatkan alokasi anggaran beasiswa ke tingkat sebelumnya. (Alexa/Rdk)