banner 728x250. banner 728x250.

Komitmen Pemberdayaan Politik Pemuda

banner 728x250. banner 728x250.

Samarinda, Global-satu.com – Partai Gerindra melalui sayap partai yakni Tunas Indonesia Raya (Tidar) Samarinda, terus berkomitmen untuk membangkitkan euforia politik pada para pemuda. Di bawah kepemimpinan Garin Yudha Primaditya, hal ini bukan tidak mungkin bisa terus berjalan.

Dibentuknya Tidar ini menurut Garin, guna mengurangi angka golput di kalangan kaum milenial. Serta, terus menarik pemuda untuk terlibat aktif dalam pergerakan politik. Dan melek akan informasi politik yang terjadi. Agar berita hoaks tidak mudah diserap begitu saja.

“Banyak anak muda yang merasa skeptis terhadap politik akibat tindakan beberapa individu. Namun, mereka harus menyadari bahwa berkarir sebagai pengusaha atau aktivis seringkali membuka jalan menuju politik,” ucapnya.


Tidar didirikan dengan tujuan utama untuk mengumpulkan dan mengartikulasikan aspirasi pemuda Indonesia, memberikan mereka platform untuk berkontribusi pada negara dengan cara yang relevan dan sesuai dengan keinginan mereka.

Ia membeberkan, dukungan Tidar terhadap program Partai Gerindra mencakup berbagai kegiatan sosial, budaya, dan kewirausahaan yang melibatkan pemuda secara langsung. Syarat untuk menjadi bagian dari Tidar harus merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) berusia 17 hingga 35 tahun, dan tidak terikat dengan partai politik lain.

“Kami menyambut siapa saja yang ingin bergabung, baik sebagai anggota pasif maupun aktif,” tuturnya.

Perekrutan anggota baru Tidar dilakukan melalui media sosial, strategi yang diharapkan dapat menjangkau pemuda yang sebelumnya apatis terhadap politik.

“Tidar telah berkembang secara nasional, dengan keberadaan di lebih dari 1000 wilayah. Di Kaltim sendiri, kami telah aktif di sekitar 10 kabupaten/kota,” tambahnya.

Garin juga menekankan pentingnya pemuda untuk mendalami ilmu politik, terutama Tidar memberikan kesempatan bagi pemuda untuk memulai karir politik mereka dari dasar.

“Terlibat dalam politik itu perlu. Apakah itu menguntungkan atau tidak, tergantung pada pandangan individu,” pungkasnya. (Alexa/Rdk)