banner 728x250. banner 728x250.

Suara Rakyat Samarinda: Tuntutan Keadilan Upah dalam Aksi Hari Buruh

banner 728x250. banner 728x250.

Samarinda, Global-satu.com – Aliansi mahasiswa dari beberapa kampus, dan lembaga-lembaga gerakan serikat Buruh yang ada di Samarinda, beserta perwakilan Buruh perusahaan gelar aksi demo di Taman Samarendah, bertepatan pada peringatan Hari Buruh Nasional, Rabu (01/05/2024).

Aksi demo ini bertujuan untuk menuntut terkait kasus kriminalisasi yang terjadi di Kutai Barat dan Mahulu serta menuntut hak Buruh yang tidak mendapatkan perlakuan adil terkait upah.

“Tuntutan aksinya hari ini yang pertama adalah untuk membebaskan teman-teman kriminalisasi di Kutai Barat dan Mahulu dan juga banyak sekali permasalahan-permasalahan di Kalimantan Timur ini bahwasannya hari ini teman-teman buruh tidak mendapatkan upah yang layak,” ucap Reza Dwi Saputra yang merupakan Humas dari Komite Rakyat Melawan.

Mengenai upah, Reza menjelaskan jika upah yang diberikan kepada Buruh saat ini tidaklah sesuai dengan kebutuhan hidup sehari-hari.

“Kita bisa dibuktikan bahwasannya inflasi tahun ini hanya 6%, tetapi kenaikan upah Buruh hanya 3%, kenaikan 200 ribu ini tidak bermanfaat banyak bagi Buruh, dimana itu hanya 50% dan itu tidak cukup bagi para Buruh untuk menghidupkan keluarga mereka,” pungkasnya.

Selain itu, aksi ini juga menyerukan terkait upah cuti yang tidak sesuai.

“Dan juga kami menuntut banyak hal seperti cuti-cuti teman-teman Buruh seperti, cuti melahirkan, cuti haid dan cuti-cuti lainnya yang dipangkas dan tidak digaji dan masih banyak lagi tuntutan-tuntutan lainnya,” terangnya.

Sementara itu, aksi demo ini akan dilanjutkan pada esok hari Kamis, (02/05/2024) di depan kantor Gubernur Kalimantan Timur dengan mengundang dari berbagai aliansi dan lembaga mahasiswa serta serikat Buruh.

“Untuk besok, kami aksikan di depan kantor Gubernur. Selain itu, kami juga mau melihat dulu apakah teman-teman buruh dan mahasiswa ini masih peduli atau tidak terhadap aksi Buruh ini, kalau mereka tidak peduli rasanya kurang etis gitu,” tuturnya.

Terakhir, Ia menyoroti terkait kepedulian antar sesama Buruh dimana adanya ketidakadilan akibat bedanya tingkatan atau posisi dalam bidang pekerjaan.

“Jika Ayah adalah tulang punggung keluarga, maka Buruh adalah tulang punggung negara. Tapi Buruh tidak acuh terhadap Buruh dibuktikan dengan inflasi yang tinggi tapi kenaikan gaji Buruh tidak ada. Jadi, target kami adalah menuntut kenaikan upah Buruh 15% untuk tahun ini sebelum diketok palu pada November 2024.” pungkasnya. (Alexa/Rdk)