banner 728x250. banner 728x250.

Kualitas Aspal Jalan Merdeka Samarinda Dipertanyakan, DPUPR Tanggapi Keluhan Warga

banner 728x250. banner 728x250.

Samarinda, Global-satu – Ruas Jalan Merdeka di Samarinda kembali mengalami kerusakan parah meskipun baru saja diperbaiki kurang dari dua bulan. Hal itu menimbulkan keluhan dari warga dan pengguna jalan.

Pantauan di lokasi menunjukkan aspal mulai hancur, menyisakan batu-batu yang berasal dari campuran aspal lama.

Pengguna jalan perlu berhati-hati saat melintasi area ini karena banyaknya lubang dan kerikil di permukaan jalan.

Adirisky (21), salah satu pengguna jalan, menyatakan ketidakpuasannya dengan kondisi jalan yang baru diperbaiki kurang dari dua bulan lalu namun sudah mengalami kerusakan lagi.

“Baru saja diperbaiki, tapi dalam waktu kurang dari dua bulan sudah rusak lagi. Apakah aspalnya dicampur dengan bahan yang tidak tahan lama?” tanyanya.

Kondisi kerusakan jalan di Jalan Merdeka. (Foto: Istimewa)

Sejalan dengan itu, Mukhlasin (30), pengendara yang sering melintasi jalan tersebut, merasa bingung dengan kerusakan yang terjadi.

“Setiap hari saya lewat sini. Harapannya segera diperbaiki karena jalan ini sangat padat. Kalau dibiarkan, bisa menimbulkan kemacetan dan kecelakaan,” katanya singkat.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas PUPR Kota Samarinda, Budi Santoso, memberikan penjelasan terkait kerusakan tersebut.

“Aspal baru mudah rusak jika terkena air. Di lokasi tersebut, genangan air akibat hujan membuat aspal cepat terkelupas,” jelas Budi melalui sambungan telepon WhatsApp pada Senin (1/7/2024).

Budi menambahkan, masalah utama adalah sistem drainase yang buruk sehingga air selalu menggenang.

“Air selalu menggenang karena drainase yang bekerja kurang optimal,” jelasnya.

Sebagai solusi kilat, mereka akan mengutamakan pembuatan saluran air terlebih dahulu sebelum melakukan pengaspalan ulang untuk mencegah kerusakan yang berulang.

“Mengaspal langsung akan sia-sia. Jadi, kami akan fokus pada pembuatan drainase terlebih dahulu,” katanya.

Namun, saat ditanya mengenai anggaran proyek pengaspalan, Budi mengaku lupa angka pastinya.

“Untuk anggaran saya lupa angkanya,” tutupnya.

Penduduk setempat berharap agar perbaikan segera dilakukan demi mengurangi risiko kecelakaan dan kerugian bagi para pengguna jalan. (Alexa/Rdk)